<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911</atom:id><lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2009 06:34:59 +0000</lastBuildDate><title>pucungmaju</title><description></description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (musyadad)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-1629261344192208030</guid><pubDate>Sun, 06 Sep 2009 05:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-05T22:59:31.128-07:00</atom:updated><title>Setelah Tiga Tahun, Koperasi Perempuan Mulai Memetik Hasilnya</title><description>Tidak terasa, koperasi sudah berjalan 3 tahun. Seperti bisanya, menjelang hari raya lebaran, proses rapat anggota akan dilakukan. Dan yang ditunggu-tunggu anggota adalah pembagian SHU, sisa keuntungan koperasi. Dalam pertemuan malam itu, pengurus mencoba membuat mekanisme baru tentang pembagian SHU, dimana dari total bersih pendapatan dialokasikan ke dana cadangan sebesar 30% yang akan digunakan untuk mengembangkan koperasi kedepan. Selain itu juga dialokasikan untuk pengurus yang setiap malam selasa melayani transaksi anggota sebesar 20 %. Sisanya, ini yang dibagikan kepada anggota semua, yakni 50 %nya. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu, setelah dihitung akhirnya ketemu SHU yang cukup menggembirakan, yakni sebesar 3,5 juta. Menariknya lagi, selama ini warga desa tidak pernah menabung, setelah ada koperasi banyak yang menabung hingga  terkumpul 5 juta dalam buku salah satu anggota. Tentu saja hal ini menggembirakan karena, mereka warga desa yang tidak bisa mengakses bank di kota, akhirnya punya media menabung. Selain itu menabung di koperasinya, ada manfaat sosial dimana uang itu bisa diputar dalam pelayanan pinjaman kepada anggota yang membutuhkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan koperasi pucung maju dalam mengelola uang memang tidak mulus dan lurus. Banyak halangan dan rintangan karena mereka hidup face to face antar warga. Pernah terjadi misalnya, anggapan kalau koperasi itu sama dengan rentenir yang dalam agama itu haram. Dan yang mengatakan itu adalah tokoh di desa tersebut. Namun, setelah ditelusuri dan kemudian didiskusikan, ada pemahaman baru bahwa koperasi tidak merugikan siapa-siapa justru memberi nilai manfaat bagi anggota. Sehingga, wajib hukumnya jalan terus. Dan mereka juga berpatokan bawa di pesantren juga ada koperasi yang namanya kopontren. Kalau koperasi itu haram, maka kopontren semestinya tidak ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-1629261344192208030?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2009/09/setelah-tiga-tahun-koperasi-perempuan.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-5999595383481507916</guid><pubDate>Sun, 06 Sep 2009 05:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-05T23:59:48.409-07:00</atom:updated><title>Organisasi Rakyat Perempuan Versus Organisasi Laki-Laki Bentukan Negara (PNPM)</title><description>Pernah dengar PNPM ya. Tentu saja karena PNPM merupakan program nasional. Dan kebetulan Desa Pucung juga salah satu sasaran program PNPM ini. Nah, menariknya program di desa ini terasa seperti angin lesus saja. Rame dibicarakan, setelah itu meninggalkan kerusakan bencana. Dan saya kira juga terjadi di desa PNPM. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kasus di Desa Pucung, yang terjadi adalah program dialokasikan untuk membuat jalan antar desa. Rata-rata pelakunya adalah bapak-bapak. Mereka merancang jalan ke dusun Karang Jati adalah yang paling penting, sehingga harus dibuat. Itu kesepakatan para laki-laki desa waktu itu. Akhinya jalan dibuat, dan jadilah. Tetapi, belum genap 1 bulan, jalan sudah mlorot alias rusak. Mereka kemudian merancang lagi perbaikannya. Jembatan pun jadi. Lagi-lagi jembatan hancur diterjang banjir sebelum bisa dipakai penghubung warga desa. Hingga sekarang, masalah ini masih membekas bahwa organisasi yang dibentuk negara sangat-sangat rapuh dan masih dimiliki oleh laki-laki. Keputusan-keputusan penting di desa masih didominiasi oleh laki-laki. Semestinya, organisasi rakyat yang dibentuk oleh rakyat tanpa intervensi negara seperti kelompok perempuan pucung maju dilibatkan. Dan kejadikan ini adalah potret umum masalah pembangunan di desa-desa seantero nusantara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-5999595383481507916?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2009/09/organisasi-rakyat-perempuan-versus.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-1519278127784376164</guid><pubDate>Sun, 06 Sep 2009 05:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-05T22:57:33.067-07:00</atom:updated><title>Desa Pucung, Lagi Siap-Siap Jadi Desa Organik</title><description>Memang, tidak terasa kita hidup di desa dengan berbagai kekurangan jika dibanding dengan kota yang aksesnya cepat, dan luas. Namun, ternyata dibalik sisi lemah itu ada potensi besar yang bisa digerakkan, yakni sawah. Kalau diperkotaan sawah tidak ada dan mulai hilang, di desa sawah masih luas. Inilah yang kemudian menjadi kekuatan. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari kelompok wanita tani Pucung Maju, mereka mengusulkan adanya sekolah pertanian kepada pemerintah untuk mengembalikan pengetahuan nenek moyang dan leluhur yang sudah hilang, yakni pertanian organik. Akhirnya, di bulan ini disetujui dengan dikirimnya hampir satu ton pupuk organik dari kompos granul, NPK granul dan pupuk cairnya. Pupuk ini sementara diletakan di rumah ibu ketua Darojah, karena juga rumahnya yang cukup besar bisa menampung pupuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, pupuk ini akan digunakan untuk melakukan sekolah pertanian organik di lahan yang akan disiapkan oleh anggota dengan luas 1 ha. Setelah lebaran nanti, sekolah lapang ini akan dimulai. Dalam tahun pertama targetnya adalah adanya pengalaman nyata dari bermigrasi ke pola pertanian organik, sehingga di tahun kedua, jika muncul masalah tidak para petani tidak kaget. Selain itu, juga akan membuktikan secara langsung bagaimana tantangan dan masalah pertanian organik. Jika tahun pertama itu sukses, hal ini akan menjadi sejarah penting Desa Pucung menjadi desa organik. Seperti pengalaman koperasi dulu, tahun pertama menjadi masa yang sulit, tetapi tahun ketiga sudah memetik hasilnya dengan SHU yang fantastis, 3,5 juta. Semoga. Bagaimana dengan desa panjenengan? Lakukan hal yang sama ya. Biar belajar bareng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-1519278127784376164?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2009/09/desa-pucung-lagi-siap-siap-jadi-desa.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-3606023458682718240</guid><pubDate>Wed, 02 Sep 2009 03:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-01T20:58:53.570-07:00</atom:updated><title>Mudik Lebaran dan Sedekah Buku</title><description>Dibawah ini tulisan seorang guru dan juga teman. Sangat menarik untuk kita praktekan. Bagi orang-orang yang berhubungan dan punya sejarah dengan desa Pucung, selamat mudik lebaran. Jangan lupa bawa buku, untuk sekolah kita. Demi masa depan anak-anak dan adik-adik kita&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari Lebaran adalah magnet yang menggerakkan  jutaan manusia untuk pulang mudik, penuh warna suka dan duka.  Ritus kembali ke akar itu  menyehatkan  nurani pelakunya yang mencoba menemukan oasis di daerah asalnya sebagai bekal mengarungi kehidupan di tahun-tahun berikutnya. Jangan lupa, mudiknya  mereka juga berdampak ekonomi. Uang dari kota menjadi beredar di desa-desa.&lt;br /&gt;Merujuk fenomena positif itu memantik gagasan : bagaimana kalau mudiknya jutaan kaum mboro  itu dirancang mampu menggoreskan sentuhan yang berdimensi intelektual yang berguna, juga awet, bagi warga daerah asalnya ?  Ringkas kata : mereka dihimbau membawa buku-buku untuk disumbangkan ke perpustakaan di daerahnya. Baik perpustakaan sekolahnya dulu, atau perpustakaan umum di kotanya.&lt;br /&gt;Gerakan mudik bersedekah buku ini  sebaiknya  juga berusaha dikobarkan ke dada anak-anak dan cucu kaum mboro itu. Sehingga mereka diharapkan memiliki ikatan batin dengan anak-anak segenerasinya yang tinggal di desa atau kota kecil tempat ayah-ibu atau kakek-neneknya berasal, yang mungkin tidak seberuntung kehidupan yang ia jalani di kota. Sedekah unik ini tidak hanya buku, bisa saja berupa komputer atau laptop, yang terbeli secara patungan.&lt;br /&gt;Untuk sesama warga Epistoholik Indonesia, di mana pun Anda berada, mohon kampanye ini digencarkan sepanjang Ramadhan ini demi makmurnya perpustakaan dan mekarnya olah intelektualitas di kota-kota Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang Haryanto&lt;br /&gt;Pendiri Epistoholik Indonesia&lt;br /&gt;Jl. Kajen Timur 72 Wonogiri 57612&lt;br /&gt;Email : humorliner@yahoo.com&lt;br /&gt;Blog EI : http://episto.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-3606023458682718240?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2009/09/mudik-lebaran-dan-sedekah-buku.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-1812681828992683530</guid><pubDate>Sun, 12 Jul 2009 04:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-11T21:28:14.210-07:00</atom:updated><title>NAMA-NAMA RT, RW DAN DUSUN DI DESA PUCUNG</title><description>DATA DESA PUCUNG&lt;br /&gt;DESA PUCUNG TERDIRI DARI 7 DUSUN: &lt;br /&gt;1. DUSUN KRAJAN SATU.&lt;br /&gt;2. DUSUN KRAJAN DUA &lt;br /&gt;3. DUSUN KRAJAN TIGA &lt;br /&gt;4. DUSUN KRAJAN EMPAT &lt;br /&gt;5. DUSUN BUNGKEL &lt;br /&gt;6. DUSUN GUNUNGTENGIS &lt;br /&gt;7. DUSUN KARANGJATI &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;DUSUN KRAJAN SATU&lt;br /&gt;1. RT 01  NAMA : RIYANTO.&lt;br /&gt;2. RT 02  NAMA : SAPUAN.  RW 01. NAMA : SURURI &lt;br /&gt;3. RT 03  NAMA : MUDIONO     &lt;br /&gt;4. RT 04  NAMA : SUHADAK&lt;br /&gt;5. RT 05  NAMA : SUMARDI.&lt;br /&gt;6. RT 06  NAMA : MARJONO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUSUN KRAJAN DUA&lt;br /&gt;1. RT 01  NAMA : AHMAD SAWAN(SAPUAN)&lt;br /&gt;2. RT 02  NAMA : ASNAWI.&lt;br /&gt;3. RT 03  NAMA : KASNO.  RW 02. NAMA : ASNGADI.&lt;br /&gt;4. RT 04  NAMA : NAHROWI.&lt;br /&gt;5. RT 05  NAMA : SUMARDI.&lt;br /&gt;6. RT 06  NAMA : SUKARMAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUSUN KRAJAN TIGA&lt;br /&gt;1. RT 01  NAMA : M.TOHIR.&lt;br /&gt;2. RT 02  NAMA : KURMENI.&lt;br /&gt;3. RT 03  NAMA : S.FAUZI.  RW 03. NAMA : KURDIONO&lt;br /&gt;4. RT 04  NAMA : TASLIMIN.&lt;br /&gt;5. RT 05  NAMA : KABUL PRAYITNO.&lt;br /&gt;6. RT 06  NAMA : SUPARMO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUSUN KRAJAN EMPAT&lt;br /&gt; 1. RT 01  NAMA : SUWARNO&lt;br /&gt;2. RT 02  NAMA : LUGITO  RW 04 .NAMA : MUH.FAUZAN&lt;br /&gt;3. RT 03  NAMA : AMINUDIN&lt;br /&gt;4. RT 04  NAMA : ZAENI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUSUN BUNGKEL&lt;br /&gt;1. RT 01  NAMA : SUWARJI&lt;br /&gt;2. RT 02  NAMA : MUDIONO&lt;br /&gt;3. RT 03  NAMA : SURIPTO  RW 05. NAMA :TASLIM.&lt;br /&gt;4. RT 04  NAMA : RUSITO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUSUN GUNUNGTENGIS.&lt;br /&gt;1. RT 01  NAMA : SODAKOH&lt;br /&gt;2. RT 02  NAMA : AMIRUDIN RW 06. NAMA :H.MASKURI&lt;br /&gt;3. RT 03  NAMA : TARIMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUSUN KARANGJATI&lt;br /&gt;1. RT 01  NAMA : NURUDIN&lt;br /&gt;2. RT 02  NAMA : KASMUDI RW 07. NAMA :MUSTAKIM.&lt;br /&gt;3. RT 03  NAMA :KURMENI&lt;br /&gt;4. RT 04  NAMA : MUHROJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUMLAH RT &amp; RW KESELURUHAN &lt;br /&gt;**JUMLAH TOTAL RT : 33 ORANG&lt;br /&gt;**JUMLAH TOTAL RW : 07 ORANG.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-1812681828992683530?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2009/07/nama-nama-rt-rw-dan-dusun-di-desa.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-201345409958988748</guid><pubDate>Sun, 12 Jul 2009 04:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-11T21:24:47.939-07:00</atom:updated><title>Struktur Desa Pucung</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_i0OduRkZio8/Sllk7lRrMyI/AAAAAAAAALw/SBVbT5D2Pao/s1600-h/Stuktur+Desa+Pucung.GIF"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_i0OduRkZio8/Sllk7lRrMyI/AAAAAAAAALw/SBVbT5D2Pao/s320/Stuktur+Desa+Pucung.GIF" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357424206515221282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-201345409958988748?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2009/07/struktur-desa-pucung.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_i0OduRkZio8/Sllk7lRrMyI/AAAAAAAAALw/SBVbT5D2Pao/s72-c/Stuktur+Desa+Pucung.GIF' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-5736832855056407063</guid><pubDate>Thu, 09 Apr 2009 06:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-08T23:32:44.455-07:00</atom:updated><title>Pucung Maju Panen Raya Rosela Akhir April 2009</title><description>Akhir bulan ini, anggota Pucung Maju bergembira. Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya mulai penen bunga teh merah rosella. Saat ini hampir seluruh penduduk menanam rosela ini. Walaupun harganya masih tidak stabil, namun mereka tetap optimis. Tanaman baru ini dapat mengubah pola pikir warga penduduk yang selama ini tidak bisa keluar dari pertanian konvensional, padi, jagung, kacang dan kedelai. Semoga, panen raya ini juga dapat dirasakan panen rejeki bagi warganya. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-5736832855056407063?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2009/04/pucung-maju-panen-raya-rosela-akhir.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-2573505050471496089</guid><pubDate>Thu, 09 Apr 2009 06:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-08T23:22:43.661-07:00</atom:updated><title>Surat Dari Mbak Ratna, Caleg DPR RI Hanura</title><description>Salam kenal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tertarik dengan profil koperasi pucung maju, sebagai tanda adanya inisiatif menggalang keinginan sebagian warga untuk meningkatkan kualitas hidupnya khususnya dalam menghadapi segala keterbatasan di lingkungan tempat tinggal njenengan. Perhatian saya memang untuk keluarga petani agar mereka bisa meningkatkan kualitas hidup keluarganya menjadi petani mandiri, petani pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali saya memang belum sempat mampir ke semua tempat walaupun saya sudah menetap di semarang beberapa bulan ini. Sore nanti saya mau sowan ngobrol ketempat bu darojah. Siapa tahu kita bisa bertemu ya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ir MA Ratna Ariani MBA&lt;br /&gt;Caleg DPR RI Hanura (1) no urut 3 untuk dapil Jateng I: kota semarang, salatiga, kab semarang, kendal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;www.ratnaariani.com   &lt;br /&gt;www.ratnaariani.wordpress.com  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-2573505050471496089?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2009/04/surat-untuk-mbak-ratna-caleg-dpr-ri.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-5092835849336396332</guid><pubDate>Thu, 02 Apr 2009 07:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-02T00:32:26.437-07:00</atom:updated><title>Kunjungan Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi ke Pucung Maju</title><description>1 April 2009, Pucung Maju kedatangan tamu kembali. Kali ini datang dari Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi Malang Jawa Timur dan Ungaran Jawa Tengah. 4 tamu yang datang itu secara khusus membicarakan tanaman rosela sebagai komoditi pertanian baru yang sudah dikembangkan lebih dari setahun. Dalam kesempatan itu, tamu dari BPPT menyempatkan diri berkunjung ke kebun-kebun anggota dan mengambil beberapa sample. Mereka juga mendokumentasikan dengan menggunakan foto digital. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Walaupun belum ada bentuk kerjasama yang konkrit, namun kunjungan ini cukup menggembirakan. Karena selama ini, Pucung Maju adalah kelompok tani dan sekaligus koperasi rakyat di desa terpencil. Sebelum munculnya kelompok Pucung Maju, desa ini tidak pernah dikunjungi oleh tamu-tamu dari luar daerah. Namun, setelah sekian lama eskis, sudah banyak kunjungan baik dari pemerintah, mahasiswa UNDIP Semarang, maupun dari para bebisnis yang tertarik dengan berbagai macam komoditi yang sekarang dikembangkan. Semoga, kedepan Pucung Maju bisa meningkatkan kesejahteraan warga desa ini. Dan yang paling penting, pengalaman Pucung Maju ini bisa menjadi inspirasi warga desa lain. Bahwa, desa terbelakang dan terpencilpun bisa membawa perubahan dan kontribusi terhadap pembangunan masyarakatnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-5092835849336396332?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2009/04/kunjungan-balai-pengkajian-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-1009776533185277957</guid><pubDate>Fri, 13 Feb 2009 03:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-12T19:42:07.340-08:00</atom:updated><title>PUCUNG MAJU DIKUNJUNGI TURIS</title><description>Setelah setahun lebih, keberadaan Pucung Maju mulai dilirik banyak orang. Tidak hanya dikunjungi oleh tetangga-tetangga desa, mereka juga dikunjungi oleh turis manca negara. Malaysia, Qatar, Australia, Singapura, Norwagia, Hong Kong, Inggris, Pantai Gading, Korea, Nigeria, German, Perancis, United Arab Emirates, Albania,  Belgia, Taiwan, dan China. Bahkan Pakistan yang sempat diincar oleh Amerika, mereka justru sama-sama berkunjung ke Pucung Maju.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau kunjungan dari dalam negeri, hampir seluruh kota di nusantara pernah mampir ke Pucung Maju. Total sampai dengan satu hari menjelang hari valentine 2009 ini ada 2486 pengunjung. Mereka tidak sekedar berkunjung, mereka juga meninggalkan pesan dan jejak tulisan dalam kotak pesan. Beragam komentar, pertanyaan, dan juga kritikan tertulis disana. Terima kasih atas kunjungannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog Pucung Maju ini memang didekasikan untuk mengkampanyekan Desa Pucung yang terselempit di lipatan peta dunia, sehingga dengan blog diharapkan dunia lebih mengenal lagi desa Pucung, dan harapan praktisnya kesejahteraan warga desa semakin baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pucung Maju pernah ditulis oleh &lt;a href="http://www.icrp-online.org/"&gt;ICRP&lt;/a&gt; dalam majalahnya Majemuk. ICRP adalah lembaga sosial yang digawangi oleh Musdah Mulia, tokoh pejuang hak-hak- perempuan. Dan kita sudah dikirimi majalahnya. Terimakasih ICRP. Kemudian, &lt;a href="http://www.langitperempuan.com/2008/12/kekuatan-perempuan-"&gt;Langit Perempuan&lt;/a&gt;, juga pernah mengkopi berita-berita kita yang diedit ulang menjadi tulisan yang sangat menarik. Terima kasih Langit Perempuan. Tidak ketinggalan adalah &lt;a href="http://www.punden.org"&gt;PUNDEN&lt;/a&gt;, lembaga sosial yang peduli pada kelompok pedesaan. Merekalah yang pertama kalinya memuat dan mendorong kita untuk menjadi kelompok yang maju seperti sekarang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ketinggalan, Humas Kabupaten Semarang, yang kenal pertama kali melalui email dan meminta berita yang kami buat untuk dipajang di situs resminya &lt;a href="http://www.semarangkab.go.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=367"&gt;Kabupaten Semarang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Semoga semakin maju. Dan terimakasih atas kunjungan para tamu sekalian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-1009776533185277957?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2009/02/pucung-maju-dikunjungi-turis.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-7578880141616757255</guid><pubDate>Sat, 17 Jan 2009 14:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-17T07:24:06.520-08:00</atom:updated><title>Jamal Mirdad, Riky Johanes, Alvin Lie  dan Siswono datang Ke Desa Pucung.</title><description>Dalam sebuah acara di televisi, Alvin Lie  dan Siswono, politikus dari Golkar dan PAN berdebat saling berargumen. Bahwa penting kiranya untuk membuat Desa Pucung sebagai desa percontohan tahun 2009 ini. Karena selain desa ini terpencil dan tidak pernah diperhatikan, masyarakatnya maju tanpa ada yang berpendidikan tinggi. Adanya koperasi perempuan yang tidak dibuat oleh pemerintah, menandakan mereka rakyat desa yang sadar betul arti kemandirian. Kunjungan Alvin Lie dan Siswono , mantan Ketua HKTI, ini akan dibarengi oleh Jalal Mirdad dan juga Riky Johanes untuk menghibur warga desa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;----hehehehe berita ini booongan aja&lt;/span&gt;...sekedar mengingatkan para calon legislatif bahwa ada Desa Pucung dalam peta Indonesia ini. Jamal Mirdad, Riky Johanes, Alvin Lie, dan Siswono adalah sedikit dari sekian nama yang memperebutkan suaranya di  Desa Pucung, yang massuk dalam Dapil I Jawa Tengah yang meliputi: Kabupaten Kendal (20 Kecamatan), Kota Salatiga (4 Kecamatan), Kota Semarang (16 Kecamatan) dan Kabupaten Semarang (19 kecamatan). Untuk daftar caleg di Dapil ini, selengkapnya silahkan kunjungi: &lt;a href="http://www.caleg-pemilu2009.info/"&gt;http://www.caleg-pemilu2009.info/&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-7578880141616757255?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2009/01/jamal-mirdad-riky-johanes-alvin-lie-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-3461221865510814879</guid><pubDate>Sat, 10 Jan 2009 00:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-09T17:25:29.295-08:00</atom:updated><title>5 Anggota Pucung Maju Berharap Pada Rumput Gajah</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_i0OduRkZio8/SWf3RDuPxoI/AAAAAAAAAK8/NSqckWGTNMo/s1600-h/jati+rumput+gajah+dan+pucung+(39).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_i0OduRkZio8/SWf3RDuPxoI/AAAAAAAAAK8/NSqckWGTNMo/s320/jati+rumput+gajah+dan+pucung+(39).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289468159799051906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama resah tentang proyek PLA dari DEPTAN, akhirnya 5 dari anggota Kelompok Wanita Tani Pucung Maju mengundang pelaksana proyek pembukaan lahan kritis di Mbang Sewu, kawasan gundul di sebelah barat desa. Dalam pertemuan yang dilakukan di rumah M Rudjianto tersebut, dihadiri 7 orang termasuk Rofik yang menjadi pelaksana proyek. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertemuan tersebut sengaja dirancang untuk mencari duduk perkara dari persoalan tersebut. Menurut Rofik, proyek itu adalah proyek yang didapat dari PLA DEPTAN berupa pembukaan lahan yang dianggap kritis dengan menanami rumput gajah yang kelak bisa dimanfaatkan oleh pemilik lahan itu sendiri. Namun, secara pribadi dia meminta maaf karena tidak membicarakan sejak awal dengan kelompok tani dengan alasan waktunya yang mepet. Hal ini tentu saja mengecewakan warga, karena Rofik sendiri tidak memiliki lahan di kawasan Mbang Sewu tersebut. Menurut warga, tindakan Rofik ini tidak patut dicontoh karena dia sebagai aparat pemerintah desa justru "bermain" sendiri untuk mencari keuntungan pribadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan tersebut, akhirnya disepakati untuk selalu melibatkan warga luas jika ada proyek/kegiatan ataupun persoalan lain yang berhubungan dengan warga desa umumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga, pertemuan itu menjadi pelajaran berharga, bahwa orang desa juga tahu tentang demokrasi, keadilan sosial, dan cara-cara memperjuangkannya. Jangan remehkan orang desa. Mungkin ini dulu khabar dari Pucung Maju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NB: pembukaan lahan yang sekarang ditanami rumput gajah itu, diharapkan tahun depan benar-benar bisa memberi manfaat dengan peternakan sapi. Selain itu sebagian warga sudah menanami pohon sengon dan jati di sela-selanya. &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-3461221865510814879?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2009/01/5-anggota-pucung-maju-berharap-pada.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_i0OduRkZio8/SWf3RDuPxoI/AAAAAAAAAK8/NSqckWGTNMo/s72-c/jati+rumput+gajah+dan+pucung+(39).JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-3276488184530815028</guid><pubDate>Tue, 06 Jan 2009 14:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-06T06:53:51.445-08:00</atom:updated><title>SARJANA MEMBANGUN DESA 2009</title><description>INFORMASI DIDAPAT DARI DINAS PETERNAKAN JAWA BARAT, SAYANG YANG JAWA TENGAH BELUM ADA. BERITA INI UNTUK MEMPERLUAS SAJA. BAGI SARJANA PETERNAKAN SEMOGA ADA YANG MEMBUTUHKAN DAN MEMANFAATKAN. KELOMPOK WANITA TANI PUCUNG MAJU SIAP MENJADI KELOMPOK SASARANNYA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengejar program P2SDS 2010 Departemen Pertanian Ditjen Peternakan melakukan kegiatan Sarjana Membangun Desa (SMD). Adapun persiapan Program tersebut di tahun 2009 direncanakan memerlukan 600 Sarjana Membangun Desa di seluruh Provinsi di Indonesia. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sarjana Membangun Desa adalah Seorang sarjana yang mendampingi kelompok peternak di desa dan sarjana bertindak sebagai anggota serta membantu ketua kelompok dalam menjalankan kegiatan beternak. Tugas sarjana ini antara lain untuk memajukan peternak dan kelompok dalam menghadapi berbagai kendala guna membangun kelompok Agribisnis Peternakan yang lebih maju dan berwawasan lebih luas yang diharapkan pada akhirnya dapat mengakses permodalan dari sumber dana perbankan dalam mengembangkan kelompok Peternak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan SMD tahun 2009 meliputi beberapa komoditi ternak serta jumlah SMD yang dibutuhkan sebagai berikut : &lt;br /&gt;1. Komoditi Kelompok Ternak Sapi Potong sebanyak 220 SMD.&lt;br /&gt;2. Komoditi Kelompok Ternak Sapi Perah sebanyak 15 SMD.&lt;br /&gt;3. Komoditi Kelompok Ternak Unggas Lokal sebanyak 120 SMD.&lt;br /&gt;4. Komoditi Kelompok Ternak Domba-Kambing sebanyak 230 SMD.&lt;br /&gt;5. Komoditi Kelompok Ternak Kelinci sebanyak 15 SMD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan Umum untuk menjadi Sarjana Membangun Desa tahun 2009 tersebut meliputi :&lt;br /&gt;1. Sarjana Peternakan yang mau membuat kontrak 3 – 5 tahun untuk mendampingi kelompok di lapangan dengan syarat berdomisili disekitar kelompok binaan di desa tersebut.&lt;br /&gt;2. Sarjana Peternakan/Sarjana yang bergerak dan sudah berusaha dan berbudidaya di bidang Peternakan di kelompok pada Pedesaan yang potensial untuk dikembangkan.&lt;br /&gt;3. Seorang SMD yang mempunyai Jiwa Enterpreneurship dan Leadeship &lt;br /&gt;4. Diutamakan berasal dari desa/daerah kelompok tersebut berdomisili&lt;br /&gt;5. Diutamakan sudah memiliki kelompok binaan&lt;br /&gt;6. Bersedia mengikuti pelatihan&lt;br /&gt;7. Bersedia tinggal di desa kelompok binaan berada&lt;br /&gt;8. Menyukai tantangan dan memiliki motivasi tinggi sebagai peternak&lt;br /&gt;9. Memiliki pengalaman berorganisasi&lt;br /&gt;10. Diutamakan berpengalamam sebagai pendamping peternak,&lt;br /&gt;mempunyai pengalaman penelitian/Pratek Kerja Lapang atau usaha dalam bidang peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Sarjana Pendamping untuk menjadi Sarjana Membangun Desa tahun 2009 tersebut meliputi :&lt;br /&gt;1. Sarjana menyampaikan lamaran (surat lamaran, pas foto, biodata, ijazah dan transkrip) ditujukan kepada Dekan Fakultas Peternakan perguruan tinggi setempat..&lt;br /&gt;2. Membuat Rencana Pengembangan Usaha Ternak untuk salah satu komoditi yang diminati (Sapi Potong, Sapi Perah, Domba-Kambing, Unggas lokal &amp; Kelinci).&lt;br /&gt;3. Bersedia melakukan kontrak selama 3 – 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak Sarjana Pendamping Sarjana Membangun Desa tahun 2009 tersebut meliputi :&lt;br /&gt;1. Mendapatkan Honor perbulan selama 1 tahun&lt;br /&gt;2. Akan mendapatkan ternak&lt;br /&gt;3. Akan menjadi anggota kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pendaftaran :&lt;br /&gt;Penyerahan Surat Lamaran paling lambat tgl. Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan Rekruitmen :&lt;br /&gt;1. Tahap I, Seleksi Dokumen (melalui Perguruan Tinggi)&lt;br /&gt;2. Pengumuman Hasil Seleksi Tahap I&lt;br /&gt;3. Tahap II, Seleksi Tertulis (Team Perguruan Tinggi, Ditjen&lt;br /&gt;Peternakan dan Dinas Peternakan Provinsi).&lt;br /&gt;4. Pengumuman Hasil Seleksi Tahap II&lt;br /&gt;5. Tahap III, Seleksi Wawancara (Team Perguruan Tinggi, Ditjen&lt;br /&gt;Peternakan dan Dinas Peternakan Provinsi).&lt;br /&gt;6. Pengumuman Hasil Seleksi Tahap III.&lt;br /&gt;7. Tahap IV, Seleksi Penijauan Lokasi Kelompok Binaan Calon Sarjana Membangun Desa yang diusulkan.&lt;br /&gt;8. Pengumuman Hasil Seleksi Tahap IV&lt;br /&gt;9. Pembekalan Sarjana Membangun Desa (Workshop &amp; Pelatihan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerahan Lamaran melalui :&lt;br /&gt;PERGURUAN TINGGI SETEMPAT (Untuk Jawa Barat Fakultas Peternakan UNPAD &amp; IPB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-3276488184530815028?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2009/01/sarjana-membangun-desa-2009.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-8977298436899541883</guid><pubDate>Wed, 03 Dec 2008 01:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-06T07:51:01.984-08:00</atom:updated><title>PROYEK  MASUK DESA : BAHAYA BARU</title><description>Di desa kami Pucung, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, ada persoalan yang miris. Ada lahan 40 ha yang itu merupakan lahan kepemilikan dari puluhan orang. Namun, lahan itu tanah kering dan tandus, sehingga oleh pemerintah dijadikan lahan konservasi dengan penanaman jati sejak tahun 2005 yang nantinya akan dipanen warganya. Namun, saat ini justru menjadi proyek yang konon didanai oleh &lt;a href="http://pla.deptan.go.id"&gt;PLA DEPTAN. &lt;/a&gt; dengan menggunakan partner lokal (warga desa sendiri). Mereka akan membangun proyek penanaman rumput gajah, untuk dijadikan sebagai pakan ternak.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi persoalan, lahan tersebut tidak disewa dan pemilik lahan tidak diberi kompensasi. Partner lokal ini hanya mengatakan bahwa mau menanam rumput gajah dengan iming-iming lahannya mau dibajak dan dipupuk, dan masyarakat boleh menanam apa saja. Tetapi partner lokal ini tidak menjelaskan kalo lahan ternyata "digalengi" dengan rapat, sehingga pemilik lahan sudah tidak mungkin lagi bisa menamam, karena pasti akan kalah dengan rumput gajah. Hal ini meresahkan warga tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, aparat desanya juga cuek saja. Proyek ini konon menelan anggaran 400juta. Dan dapat dipastikan pemilik lahannya tidak akan mendapat apa-apa kelak. Tetapi ini belum menjadi kesadaran warga desa, karena mereka justru dibuai dengan dijadikan tenaga kerja. Mohon Dinas terkait memonitor kasus-kasus seperti ini, agar investor yang masuk ke pelosok seperti desa kami tidak senaknya saja membuat proyek yang merugikan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-8977298436899541883?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2008/12/investor-masuk-desa-bahaya-baru.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-3306624415421625165</guid><pubDate>Fri, 21 Nov 2008 23:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-21T15:36:57.176-08:00</atom:updated><title>PUCUNG MAJU: USAHA PEREMPUAN MEMBANGUN DESA</title><description>Desa Pucung adalah sebuah desa yang terpencil di Jawa Tengah. Lokasinya berbatasan langsung dengan tiga kecamatan yang berbeda, Kecamatan Bancak, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Pabelan. Namun, secara ekonomi desa Pucung ini justru bergantung kepada Kodya Salatiga, bukan ibukota kabupatennya yakni Ungaran. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terpencilnya desa ini membuat perkembangan desa tidak seperti desa-desa lain. Selain karena jalannya buruk, aspalnya sudah rusak total, lokasinya juga jauh dari fasilitas publik seperti pasar, rumah sakit, dan sekolah-sekolah. Geografi desa yang pegunungan membuat pertanian hanya mengandalkan pengairan dari tadah hujan. “Pucung itu desa yang terpencil, warganya petani semua” tutur Darodjah yang seorang Kepala Taman Kanak-Kanak. Namun, demikian situasi ini tidak menyurutkan usaha warga untuk terus membangun desanya. Dari keterbatasan tersebut, justru membuat warga desanya menjadi warga yang pekerja keras. &lt;br /&gt;Hal ini ditunjukan oleh sejumlah ibu-ibu pedesaan itu. Mereka sudah membuat sebuah koperasi yang bernama Koperasi Perempuan Pucung Maju yang sudah berjalan hampir setahun ini. “Awalnya koperasi ini disosialisasikan di pengajian rutin ibu-ibu Muslimat. Kemudian setelah pengajian, saya coba koordinasikan dengan ibu-ibu lain tentang rencana pendirian koperasi itu. Akhirnya ada 22 orang sepakat mendirikan koperasi Pucung Maju”, jelas Darodjah. Saat ini mereka berjumlah 35 orang yang secara rutin bertransaksi setiap hari  senin malam di rumah ketuanya, Darodjah. Dalam rapat anggota tahun kedua yang dibarengi dengan pembagian sisa hasil usaha, koperasi ini telah mampu menghasilkan keuntungan bersih sebesar 2,5 juta yang dibagikan kepada semua anggota sesuai dengan besar kecilnya transaksi para anggota masing-masing. &lt;br /&gt;Selain itu, untuk menjawab persoalan pertanian khususnya pupuk, mereka juga mengorganisasikan diri dalam Kelompok Wanita Tani Pucung Maju. Semua anggota koperasi menjadi anggota kelompok tani ini, tetapi diluar koperasi juga bisa menjadi anggota. Sehingga sekarang total anggotanya sebanyak 80an orang. Usaha mereka tidak sia-sia, yang sebelumnya tidak pernah mendapat pembagian pupuk bersubsidi, bulan oktober lalu mereka mendapat jatah pupuk bersubsidi sebanyak 2 ton. Walaupun jumlah pupuk 2 ton ini belum mencukupi kebutuhan para anggotanya, mereka telah memberi manfaat kepada anggota yang semuanya berprofesi sebagai petani yang selama ini tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Pertemuan kelompok wanita tani ini dilakukan sebulan sekali dengan mengundang nara sumber dari luar seperti Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memberikan materi tentang persoalan-persoalan pertanian. &lt;br /&gt;Keberadaan ibu-ibu pedesaan ini memang baru memberi kontribusi kepada anggota dan sekelilingnya saja. Namun, jika diperbandingkan dengan dulu sebelum adanya Koperasi Perempuan dan Kelompok Wanita Tani Pucung Maju, rasanya sangat berbeda. Kalau dulu, warga desa kesusahan untuk mendapat uang secara cepat, saat ini mereka sudah punya modal lebih dari 6 juta di koperasinya yang diputar dalam simpan pinjam untuk anggota. Sehingga, kebutuhan mereka akan uang untuk modal maupun untuk kebutuhan mendadak, tidak lagi menjadi masalah yang dulu sering mereka hadapi.&lt;br /&gt;Selain itu, keberadaan kelompok tani juga menjadi angin segar bagi anggota untuk terus bisa mendapat pupuk bersubsidi dan pembinaan pertanian oleh pemerintah kecamatan. Dengan adanya kelompok tani ini, kader-kadernya diundang untuk berkunjung ke Temanggung belajar tentang pertanian ramah lingkungan. &lt;br /&gt;Kerukunan antar tetanggapun sekarang semakin erat saja. Karena, dalam setiap pertemuan koperasi maupun kelompok tani, mereka sering membicarakan perkembangan persoalan anggota maupun desa. Misalnya, adanya tetangga yang sakit lumpuh yang bernama Zamzuri, akhirnya dikabarkan ke berbagai pihak untuk mendapat perhatian dari pemerintah dan organisasi sosial. Akhirnya bulan November kemarin tim dari Dewan Kesehatan Rakyat turun dan membawakan mobil angkutan untuk diberi pelayanan Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat). Namun, sayangnya pihak yang sakit belum siap karena khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan harian jika menunggui pasien di rumah sakit kelak. Usaha ibu-ibu ini semakin menguatkan bahwa persoalan apapun kalau dibicarakan secara bersama dalam sebuah organisasi semakin ringan untuk diselesaikan. Semoga perjuangan ini tidak sia-sia. Semoga Desa Pucung yang berada di Kecamatan Bancak dan Kabupaten Semarang Jawa tengah ini benar-benar sesuai namanya, Pucung Maju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-3306624415421625165?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2008/11/pucung-maju-usaha-perempuan-membangun.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-7310949328465628243</guid><pubDate>Wed, 12 Nov 2008 01:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-11T17:06:14.891-08:00</atom:updated><title>36 Unit koperasi mati suri</title><description>Salatiga (Espos)   Sebanyak 36 dari 161 koperasi yang masuk dalam pembinaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Salatiga saat ini tak lagi mampu beroperasi alias mati suri.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu kesadaran koperasi dalam mengembalikan guliran dana pinjaman dan pinjaman lunak perlu ditingkatkan.&lt;br /&gt;Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Drs Petrus Resi MSi, mengatakan koperasi yang mati suri tersebut disebabkan beberapa faktor, utamanya adalah tidak aktifnya pengurus menjalankan roda usaha. Penyebab lainnya adalah bubarnya instansi/perusahaan yang menaungi koperasi tersebut.&lt;br /&gt;“Sebagian besar penyebabnya adalah faktor internal kemudian ditambah faktor eksternal seperti kondisi eknomi secara makro,” ujarnya saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Selasa (4/11).&lt;br /&gt;Terhadap 36 koperasi yang mati suri itu, jelas Petrus, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin melakukan penyelamatan agar tidak bubar. Dalam waktu dekat pengurus 35 koperasi tersebut akan dikumpulkan dan menganalisa kondisi masing-masing koperasi.&lt;br /&gt;“Akan kami lakukan kajian khusus sejauh mana prospek koperasi tersebut ke depan. Bagi koperasi yang bernaung dalam instansi/perusahaan yang sudah bubar tentunya sudah tidak bisa kita selamatkan lagi,” paparnya.&lt;br /&gt;Sejak awal tahun hingga akhir Oktober kemarin, Dinkop UKM sudah menyalurkan dana bantuan berupa pinjaman bergulir dan pinjaman lunak senilai kurang lebih Rp 900 juta kepada seluruh koperasi binaan. Sementara hingga akhir Desember tahun ini Dinkop UKM masih akan menggulirkan dana bantuan pinjaman kepada koperasi yang dianggap layak mendapat guliran pinjaman.&lt;br /&gt;Dana pinjaman bergulir khusus diberikan kepada koperasi simpan pinjam dengan suku bunga 8 persen per tahun, dan jangka waktu pelunasan hingga tiga tahun.&lt;br /&gt;Sejauh ini, menurut Petrus, pengembalian dana pinjaman baik pinjaman bergulir maupun pinjaman lunak oleh sejumlah koperasi masih dalam taraf lancar. Angka kredit macet (non performing loan/NPL-red) masih di bawah batas maksimal yang diperbolehkan yakni 15 persen. Meski demikian, Petrus menilai bahwa kesadaran pengurus dalam mengangsur dana pinjaman masih perlu ditingkatkan. “Memang ada sebagian koperasi yang tak melunasi pinjaman. Namun sebagian besar masih lancar hanya masalah keterlambatan pembayaran saja umumnya.”&lt;br /&gt;Dari 161 unit koperasi yang ada, 27 unit di antaranya adalah Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) dan 28 koperasi karyawan. Sisanya koperasi nonfungsional. Jumlah total anggota koperasi mencapai 39.993 orang dan mempekerjakan 764 karyawan.&lt;br /&gt;Sumber: http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=h31&amp;id=247041&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-7310949328465628243?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2008/11/36-unit-koperasi-mati-suri.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-7693471360368233134</guid><pubDate>Tue, 11 Nov 2008 05:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-10T21:50:07.134-08:00</atom:updated><title>10 LANGKAH MEMBANGUN KOPERASI</title><description>10 LANGKAH MEMBANGUN KOPERASI&lt;br /&gt;Langkah Pertama &lt;br /&gt;Buatlah kelompok sedikitnya 10 orang. Bisa tetangga, saudara, teman, dll. Jika ada 20 orang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Kedua&lt;br /&gt;Rapat dan sepakati aturan-aturan pokoknya. Tentukan iuran yang dirupakan simpanan pokok (Simpo) yang dibayar sekali. Iuran simpanan wajib (Simwa) yang dibayar rutin setiap pertemuan. Dan jangan lupa tentukan pengurus koperasinya, minimal 3 orang yang akan menjadi Ketua, Bendahara dan Sekretaris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Ketiga&lt;br /&gt;Tentukan dan sepakati kapan pertemuan rutin dilakukan. Pertemuan bisa per minggu, per bulan, terserah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Keempat&lt;br /&gt;Buatlah kegiatan rutin itu ada kegiatan lain agar tidak bosan. Misalnya arisan, membicarakan masalah lingkungan sekitar, sehingga sekaligus bisa menjadi forum bersama menyelesaikan masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Kelima&lt;br /&gt;Ajaklah sebanyak mungkin orang, bisa tetangga, saudara, teman, ibu-ibu, bapak-bapak, untuk turut bergabung dalam koperasi&lt;br /&gt;Langkah Keenam&lt;br /&gt;Berkunjunglah ke koperasi lain yang sudah berjalan baik untuk tukar pengalaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Ketujuh&lt;br /&gt;Sesekali undanglah koperasi lain untuk bercerita tentang pengalaman berkoperasi mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Kedelapan&lt;br /&gt;Jangan ragu-ragu untuk bertanya kepada orang yang lebih tahu dan berpengalaman tentang perkoperasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Kesembilan&lt;br /&gt;Undanglah Dinas Koperasi setempat sebagai nara sumber. Mereka akan senang jika diundang untuk membicarakan koperasi, karena memang tugas dan kewajiban mereka memberi penyuluhan. Jangan lupa, setelah berbicara, mintalah pembinaan untuk kedepan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Kesepuluh&lt;br /&gt;Diskusikan dengan semua anggota, apa yang harus dilakukan untuk memperkuat koperasi kita. Semakin banyak orang berpendapat, semakin banyak ide dan gagasan. Sehingga semakin bagus pula perencanaan kedepannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-7693471360368233134?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2008/11/10-langkah-membangun-koperasi.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-1926051732673234977</guid><pubDate>Sat, 11 Oct 2008 10:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-11T03:24:06.036-07:00</atom:updated><title>raja pete datang</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_i0OduRkZio8/SPB-FzRwuNI/AAAAAAAAAFY/td_oH5TlcMk/s1600-h/pete+pucung.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_i0OduRkZio8/SPB-FzRwuNI/AAAAAAAAAFY/td_oH5TlcMk/s200/pete+pucung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255839403270518994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemarin banyak anggota yang memanen petai yang ditanam di kebun pinggir rumah. Salah satunya Bu Darodjah, sayang penjualannya lewat tengkulak yang datang dari desa lain dengan sistem tebas di pohon. Masnya itu tengkulak petai alias raja petai. hehhe... raja kok pete...ihhh baukkk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-1926051732673234977?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2008/10/raja-pete-datang.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_i0OduRkZio8/SPB-FzRwuNI/AAAAAAAAAFY/td_oH5TlcMk/s72-c/pete+pucung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-6538912470754555441</guid><pubDate>Mon, 29 Sep 2008 11:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-09T16:55:34.212-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Koperasi</category><title>ANGGOTA TIDAK BINGUNG MENGHADAPI LEBARAN</title><description>Lebaran kurang dua hari lagi. Kebutuhan rumah tangga sudah didepan mata. Namun, seperti biasanya, harga-harga melonjak. Hal inilah yang kemudian dijawab oleh pengurus Koperasi Pucung Maju dengan menyediakan uang anggota yang disimpan berupa tabungan sukarela untuk diambil. Para anggotapun merasa diuntungkan dengan adanya koperasi ini, karena dulu mereka kebingungan jika menjelang hari lebaran seperti sekarang ini. Kebutuhan mereka pasti lebih banyak. Dengan adanya koperasi, mereka yang menabung sedikit demi sedikit dalam setiap pertemuan senin malam, tidak terasa sudha mempunyai tabungan yang banyak. Sehingga, tidak lagi harus menjual barang simpanannya seperti jagung, padi, dll untuk memenuhi kebutuhan lebaran ini. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut salah satu anggota,”saya nabung tidak terasa dalam setiap minggunya, tidak tahunya saya kemarin bisa ambil uang Rp. 600.000. Ya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok, saya sudha bisa membelikan baju dan pakaian untuk anak-anak saya.” tutur Darmi. &lt;br /&gt;Darojah selaku Ketua Koperasi juga mengatakan dalam waktu hampir 10 bulan  setelah berdirinya Koperasi, keuntungan yang didapat sudah 2 juta.” kemarin pengurus menghitung kasar jumlah pendapatan, ketemu sekitar 2 juta rupiah” Darojah menjelaskan. Menururtnya, jumlah ini seharusnya bisa meningkat jika angggota aktif untuk menyerap uang yang ada di kas. Namun, karena adanya pemahaman dari sebagian anggota yang menganggap bunga terlalu tinggi (1 persen per minggu), uang di kas tidak bisa diserap. ”Maka ada pemikiran untuk menurukan suku bunga menjadi 1 persen per bulan” jelas Ketua Koperasi. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-6538912470754555441?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2008/09/anggota-tidak-bingung-menghadapi.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-869991643926478670</guid><pubDate>Tue, 29 Jul 2008 03:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-28T20:34:23.889-07:00</atom:updated><title>TEH ROSELA DAN KACANG TANAH</title><description>Kami dari Koperasi Perempuan dan sekaligus Kelompok Wanita Tani Pucung Maju, menawarkan kepada rekan2 semua, TEH ROSELA DAN KACANG TANAH. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Harga bunga rosela kering per kilo  : 70 ribu&lt;br /&gt;Stok : 60 kg (ready)&lt;br /&gt;Harga bibit rosela per kilo :40 rb (per kilo cukup untuk setengah hektar)&lt;br /&gt;Stok : 40 kg (ready)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kami juga menyediakan kacang tanah kering. &lt;br /&gt;Stok: 2 ton &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---Desa Pucung Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang (15 kilometer dari Kota Salatiga kearah timur laut)&lt;br /&gt;---Terima order kiloan &lt;br /&gt;---Harga belum termasuk ongkos kirim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DARODJAH-KETUA PUCUNG MAJU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________Koperasi Pucung Maju dan Kelompok Tani Wanita Pucung Maju&lt;br /&gt;Desa Pucung Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang 50722 &lt;br /&gt;(15 kilometer dari Kota Salatiga kearah timur laut)&lt;br /&gt;Telp II 081318490336&lt;br /&gt;Blog : www.pucungmaju.blogspot.com &lt;br /&gt;Email : pucungmaju@gmail.com &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-869991643926478670?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2008/07/eh-rosela-dan-kacang-tanah.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-5151075856421155322</guid><pubDate>Fri, 23 May 2008 08:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-29T02:30:43.532-07:00</atom:updated><title>PANEN PERDANA, 50 KG BUNGA ROSELA</title><description>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAMI MENJUAL TEH MERAH HASIL PANEN PERDANA BUNGA ROSELA,&lt;br /&gt;STOK ADA 50 KG KERING&lt;br /&gt;HARGA 100 RIBU PER KG. JUGA ADA BIBIT ROSELA. PER KG 100RB.&lt;br /&gt;BARANG DI SALATIGA. BISA DIKIRIM VIA TIKI, KOBRA, dan jasa pengiriman lain &lt;br /&gt;Selengkapnya Hub. Darodjah HP: 081318490336&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-5151075856421155322?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2008/05/panen-perdana-50-kg-bunga-rosela.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-766559350223672763</guid><pubDate>Mon, 14 Apr 2008 01:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-13T18:29:02.506-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Koperasi</category><title>Pucung Maju Panen Raya Rosela</title><description>Setelah ditunggu-tunggu, salah satu anggota Koperasi Pucung Maju akhirnya mulai penen bunga teh merah rosella. Walaupun tidak seperti yang dijadwalkan, panen raya ini disambut baik oleh para anggota yang sebelumnya masih meragukan komoditi rosela diterima pasar. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panen raya yang dijadwalkan dua bulan yang lalu, ternyata mundur akibat musim hujan yang terus mengguyur Desa Pucung. Namun, mundurnya waktu panen ini juga memberi hikmah tersendiri bagi anggota Pucung Maju. Dalam dua bulan terakhir ini banyak kunjungand ari berbagai instansi dan individu yang ingin tahu banyak tentang rosela. &lt;br /&gt;Kunjungan pertama dari anggota koperasi di Kabupaten Kendal, yang ingin mengetahui lebih jauh tentang koperasi Pucung Maju dalam hal simpan pinjamnya. Dan kebetulan mereka juga sedang mengembangkan unit usaha lain yakani penanaman rosela. Sehingga, kedatangan ke Pucung Maju menurut mereka setali tiga uang. "Kita sudah mengelola koperasi selama 2 tahun, tetapi perkembangannya kurang baik. Banyak uang yang mengendap. Akhirnya, anggota-anggota sepakat untuk mengelola unit usaha lain yakni rosela" tutur salahs atu pengurus koperasi dari Kabupaten kendal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran kunjungan juga datang dari mahasiswa UNDIP Semarang yang ingin melakukan riset tentang pengelolaan rosela. Mereka datang pertama kali melakukan survey lokasi dan tanaman. Survey kali ini, mereka jadidkan sebagai basis analisa dalam pebuatan proposalnya. Setelah satu bulan, tepatnya 13 April kemarin, mereka berempat datang lagi ke Desa Pucung. Dan khabar baiknya, proposal proyek mereka disetujui untuk diteruskan. "Kami senang dengan adanya Koperasi Pucung Maju yang menanam rosela. Karena selama ini kami ingin meneliti, tidak pernah menemukan pola penanaman yang seperti di Pucung Maju. Semoga riset kami nanti bermanfaat bagi warga desa" kata salah satu mahasiswa Undip tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanaman rosela ini sekaligus membawa berkah tersendiri. Menurut, Ketua Koperasi Pucung Maju, setelah penanaman perdana ini, anggota-anggota semakin semangat untuk nguri-nguri koperasi demi kemajuan desa. Selain itu, pintu jaringaan dengan dunia luar dan kota-kota lain tiba-tiba terbuka. " Banyak orang yang telp saya untuk melakukan kerjasama dengan Koperasi Pucung Maju, tidak hanya dalam pengelolaan rosela saja. Bahkan ada yang datang dari Nigeria menawarkan kerja sama. Dia orang Indonesia, tetapi kerja di Nigeria." tegasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-766559350223672763?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2008/04/pucung-maju-panen-raya-rosela.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-3922827774299054342</guid><pubDate>Sat, 22 Mar 2008 08:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-22T02:16:45.885-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>SEJARAH DESA</category><title>Curi Buthak</title><description>Sebuah batu yang menjulang tinggi di tepi jurang dan bawahnya adalah sungai. Batu menjulang itu disebut curi buthak oleh warga Pucung. Letaknya di selatan batas desa. Curi Butak ini sekaligus sebagai penanda batas desa, selain sungai yang ada dibawahnya.      Namun, bagi warga Pucung, Curi Buthak ini merupakan sejarah. Sejarah yang secara turun temurun tanpa sadar diceritakan dan ditanamkan dalam kepala anak-anak mereka.  &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau musim mangga, orang kota banyak yang berkunjung, khususnya muda-mudi yang ingin menghabiskan liburan dengan cerita-cerita dibawah pohon. Yang datang tanpa pasangan, mereka menguji adrenalinnya dengan menaiki curi ini. Tingginya sekitar 100 meter...tunggu tulisan lengkap dan fotonya ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-3922827774299054342?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2008/03/curi-buthak.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-8312514398328440920</guid><pubDate>Wed, 13 Feb 2008 17:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-22T02:25:24.187-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Koperasi</category><title>Pembuka Koperasi</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_i0OduRkZio8/R-RW-EfPAZI/AAAAAAAAAEI/4EE3vU8jRfo/s1600-h/Logo_gerakan_koperasi.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_i0OduRkZio8/R-RW-EfPAZI/AAAAAAAAAEI/4EE3vU8jRfo/s200/Logo_gerakan_koperasi.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180361095739539858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kesejahteraan kita kian menurun. Banyak kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi. Pendidikan anak  semakin mahal, banyak keluarga kita yang sakit dan untuk berobat mahal, harga-harga produk pertanian kita tidak stabil. Semua itu menjadikan kita dan Negara ini semakin terpuruk ekonominya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya usaha yang dilakukan untuk membangun kesejahteraan dengan mendirikan unit-unit koperasi justru tidak berjalan baik. Koperasi justru dimanfaakan untuk menjerat kehidupan kita yang sudah susah. Adanya Koperasi Simpan Pinjam atau sering disebut KSP memberi pelayanan pinjaman dana, namun bunganya sangat tinggi. Model ini lebih pas jika disebut rentenir-rentenir yang dilindungi hukum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, krisis ekonomi telah meninggalkan pelajaran baru, bahwa ketika Pemerintah tidak berdaya lagi dan tidak memungkinkan untuk mengentaskan perekonomian rakyat,  terkuak kekuatan swadaya koperasi versi kita sendiri. Di setiap perkumpulan, rakyat membangun model ekonomi yang hampir mirip dengan koperasi. Mereka membuat arisan di RT/RW, dalam pertemuan jamaah tahlil/yasin. Hal ini untuk menjamin kita semua mendapatkan dana cepat  yang keuntungannya dinikmati anggota sendiri. Inilah cikal bakal koperasi yang sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu model koperasi yang harus dikembangkan lebih baik. Dikembangkan dalam sisi modal maupun sisi manajemennya. Model ini sudah dilakukan di Negara miskin lainnya dan berhasil, yakni di Banglades yang akhirnya mendirikan Grameen Bank. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga pasti bisa membangun unit-unit koperasi versi kita ini. Yang menguntungkan dan dimiliki bersama, bukan oleh pendiri koperasi saja. Dan bila antar kelompok arisan ini saling bertukar cerita,  pengalaman sekaligus membangun kesepakatan-kesepakatan bersama, tidak mustahil kita juga bisa membangun Bank Rakyat, Bank Arisan, atau yang akan kita namai lain. Tentu saja visi misi Bank ini tetap harus satu: keuntungan untuk seluruh anggota tanpa kecuali. Untuk mewujudkan impian itu, kita harus memulai jaringan ekonomi/serikat ekonomi dengan langkah awal: membangun koperasi di lingkungan sekitar kita sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-8312514398328440920?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2008/02/pembuka-koperasi.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_i0OduRkZio8/R-RW-EfPAZI/AAAAAAAAAEI/4EE3vU8jRfo/s72-c/Logo_gerakan_koperasi.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4458140655934618911.post-5881867435295656205</guid><pubDate>Fri, 08 Feb 2008 11:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-22T02:25:24.187-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Koperasi</category><title>Setelah Koperasi Berjalan, Mereka Membangun Kelompok Wanita Tani Pucung Maju</title><description>Koperasi yang awalnya beranggotakan 22 orang, dalam tiga bulan ini sudah bertambah anggotanya menjadi 36 orang. Modalnyapun sudah cukup banyak, yakni Rp. 7 juta dari 1,2 juta rupiah sebagai modal awal pendirian. Koperasi yang kegiatan transaksinya setiap senin malam dalam seminggunya, ramai di datangi para anggotanya yang sebelumnya tidak pernah berkoperasi. Menurut mereka dengan adanya koperasi ini hubungan dengan tetangga lebih baik karena bertemu seminggu sekali. “Rasanya tidak puas kalau tidak datang dan kumpul bareng-bareng di pertemuan koperasi” kata Siti Hikmah salahs atu anggotanya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan berkoperasi ini kemudian menjalar ke pemikiran yang lebih luas dar para anggotanya. Setelah merasakan manfaat bergabung dalam sebuah kelompok, mereka kemudian mendirikan Kelompok Wanita Tani Pucung Maju. Namanya disamakan dengan koperasi karena anggotanya sebagian besar adalah anggota koperasi. Saat ini sudah ada anggota yang bergabung sebanyak 55 orang. Mereka melakukan pertemuan sebulan sekali di salah satu rumah anggota. Tidak main-main, mereka juga melakukan iuran anggota selayaknya organisasi yang benar-benar nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan ini, mereka membicarakan masalah pertanian dan lingkungan desa mereka yang selama ini memang tidak pernah dibicarakan bersama-sama. Dengan berkumpul dan berembug bersama, harapan mereka bisa lebih jelas dan cepat penyelesaiannya. Mereka, para perempuan desa ini, mulai mengubah wajah desa yang sunyi senyap. Mungkin gerakan ini tidak dilirik oleh para aparat pemerintah. Namun, gerakan di desa ini merupakan bagian dari gerakan besar perubahan yang selama ini terus dibicarakan oleh kaum intelektual dan cerdik pandai, namun tidak pernah terealisasi. Hanya selesai di diskusi dan seminar. Sebaliknya, kaum perempuan yang tergabung dalam Pucung Maju ini telah melakukan perubahan yang kongkrit di sekitarnya. Semoga harapannya terpenuhi sesuai namanya. Pucung pasti maju.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darodjah &lt;br /&gt;+6281318490336&lt;br /&gt;Kelompok Wanita Tani Pucung Maju &lt;br /&gt;Desa Pucung Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang&lt;br /&gt;Blog: www.pucungmaju.blogspot.com&lt;br /&gt;E-mail: pucungmaju@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4458140655934618911-5881867435295656205?l=pucungmaju.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pucungmaju.blogspot.com/2008/02/setelah-koperasi-berjalan-mereka.html</link><author>noreply@blogger.com (musyadad)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>